Tampilkan postingan dengan label Lambang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lambang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2019

TUT WURI HANDAYANI



Uraian Lambang 

  • Bidang Segi Lima (Biru Muda)
Menggambarkan alam kehidupan Pancasila.


  • Semboyan Tut Wuri Handayani 
Digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Pencantuman semboyan ini berarti melengkapi penghargaan dan penghormatan kita terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.


  • Belencong Menyala Bermotif Garuda Belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan wayang kulit. Cahaya elencong membuat pertunjukan menjadi hidup. Burung Garuda (yang menjadi motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti: ‘satu kata dengan perbuatan Pancasilais’.

  • Buku 
Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Warna Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamrih. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup Pancasila).

Kebijakan 


  • Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 6 September 1977, No.: 0398/M/1977 tentang penetapan Lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 

  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2013, tentang Tata Naskah Dinas Di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Rabu, 23 Januari 2019

LAMBANG DAERAH KABUPATEN SERANG



ARTI LAMBANG DAERAH KABUPATEN SERANG

1. Arti Warna adalah:
·         Warna Merah mempunyai arti berani
·         Warna Putih mempunyai arti kesucian
·         Warna Kuning Muda mempunyai arti cahaya terang dan keindahan yang menaburi jiwa masyarakat dan keadaan sekelilingnya
·         Warna Merah Bata mempunyai arti semangat yang berarti
·         Warna  Hijau mempunyai  arti  kesuburan,  kesegaran  dan kesehatan
·         Warna Biru Langit mempunyai arti kejernihan suasana keaslian watak
·         Warna Kuning Emas mempunyai arti keagungan orang-orang yang mengamalkan motto yang terukir didalamnya
·         Warna Hitam dan garis hitam mempunyai arti ketenangan jiwa dan menujukan batas-batas dalam segala bidang.

2. Arti Gambar dan Lambang Adalah:
·         Enam buah cengkeh mencerminkan Rukun Iman, ketaqwaaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan buah cengkeh (basil bumi) melambangkan kemakmuran. hasil pertanian dan perdagangan serta kekayaan daerah dan masyarakat
·         Menara Masjid Banten melambangkan syi'ar agama, pusat kegiatan kebudayaan serta pemermtahan yang kuat, bersih dan berwibawa.
·         Benteng Keraton Surosowan yang terdiri dari dua puluh enam buah kotak dan berpucuk sepuluh buah kotak serta celah-celah kotak delapan, melukiskan hari jadi Kabupaten Serang 8 Oktober 1926
·         Tujuh belas lengkung yang terdapat pada bagian garis atas dan delapan lengkung diantara buah cengkeh dibawahnya serta empat tunai daun lima akar pohon beringin melukiskan hari proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945
·         Pohon beringin melambangkan persatuan rakyat yang kokoh dan kuat
·         Dua buah sungai menunjukkan di Kabupaten Serang terdapat dua aliran sungai yaitu Cibanten dan Ciujung
·         Dua buah laut menunjukkan bahwa Kabupaten Serang diapit oleh laut jawa dan selat sunda

3. Arti Susunan dan letak Gambar Adalah:
·         Menara Masjid Banten dan Enam buah cengkeh (hasil bumi) digambar dibelakang benteng Keraton Surosowan melambangkan pertahanan yang kokoh kepribadian yang teguh dan kemakmuran serta kejayaan daerahnya
·         Pohon beringin digambar dihadapan Benteng Surosowan melambangkan keadilan dan persatuan serta kesiapsiagaan setiap pribadi masyarakatnya, pohon beringin menghadap kelaut berarti pandangan yang luas dan penuh kewaspadaan.
·         Sungai digambar dihadapan yang lainnya melambangkan semangat bahari, keterbukaan jiwa masyarakatnya, kemakmuran memberi dan berbakti serta saling menghormati sesama manusia.

4. Arti Motto : " Sept Ing Pamrih Rame Ing Gawe " adalah
Semboyan agar masyarakat mengutamakan kerja keras untuk mencapai kemakmuran dan keadilan, mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi tanpa mengharapkan pujian, penghargaan serta imbalan, berjuang dengan ikhlas. 

Sumber : serangkab.go.id

Minggu, 25 November 2018

LAMBANG PGRI

Arti Lambang PGRI

Berikut ini penjelasan tentang arti pada lambang PGRI:
·         Bentuk: cakra/lingkaran melambangkan cita-cita luhur dan daya upaya menunaikan pengabdian terus-menerus.
·         Ukuran, corak, dan warna bidang: bagian pinggir lingkaran berwarna merah melambangkan pengabdian yang dilandasi kemurnian dan keberanian bagi kepentingan rakyat. Warna putih dengan tulisan "Persatuan Guru Republik Indonesia" melambangkan pengabdian yang dilandasi kesucian dan kasih sayang. Panduan warna pinggir merah-putih melambangkan pengabdian kepada negara, bangsa, dan tanah air Indonesia.
·         Suluh berdiri tegak bercorak 4 garis tegak dan datar berwarna kuning: Simbol yang melambangkan fungsi guru (pada pendidikan prasekolah, dasar, menengah, dan perguruan tinggi) dengan hakikat tugas pengabdian guru sebagai pendidik yang besar dan luhur.
·         Nyala api dengan 5 sinar warna merah: Simbol yang melambangkan arti ideologi Pancasila, dan arti teknis yakni sasaran budi pekerti, cipta, rasa, karsa, dan karya generasi.
·         Empat buku mengapit suluh: Posisi 2 datar dan 2 tegak (simetris) dengan warna corak putih melambangkan sumber ilmu yang menyangkut nilai-nilai moral, pengetahuan, keterampilan dan akhlak bagi tingkatan lembaga-lembaga pendidikan prasekolah, dasar, menengah, dan tinggi.
·         Warna dasar tengah hijau: Simbol yang melambangkan kemakmuran generasi.